April 29, 2014

April 26, 2014

Nuang - 260414

This is my third time been here.. kali ni kitorang just plan sendiri2 je
6.30am: tayar bergolek dari Taman Budi dan Ilmu..perjalanan mungkin mengambil masa dalam 45 minutes..
7.30am: arrive at Janda Baik..
8.15am: after stretching, doa.. start hiking..
11.30am: arrive at peak.. plus minus 3 hours..
11.30am-12.30pm: lepaking..gambaring.. makan2.. bawak la keropok ke, coklat ke.. jgn bawak nasi paprik dah la..
12.30pm-2pm: start turun and insyaAllah hopefully dapat sampai bawah dengan selamat dan jayanya..
unfortunately cuaca tak mengizinkan kami tawan peak, we just santai kat air terjun Chemperoh, mandi manda, makan2, borak2, gelak2 

inshaAllah we decide nak repeat after final exam.




April 23, 2014

Computer Application blog

Assalamualaikum. Hello.
being a final year student is quite tough. there's a lot lot lotss of course works.
ahh forget it.
ive been recently works on a blog with my group mates as a course requirement for the subject ENGL4740, Computer Application in Language Studies under the tutelage of our dearest lecturer Dr. Rozina Abdul Ghani.  



By making this blog, we will be sharing with all of you the information that we gather in class related to the subject specifically and also the subject that we decided to study which is Pragmatics. The reason why we choose this subject is because we want to explore more about Pragmatics not only from western view but also from Islamic perspective.We will try to provide you with the best information needed to give you clear understanding about this subject.
Our hope is that all the information that we posted will benefits us. 

click here to access to our blog.

Happy reading! :)

April 22, 2014

Disorder

 Right now I feel like postponing my graduation. Yes. I can graduate next semester but do I really want to? I don't think I really live my university years. Haven't yet sort out any universities I'm aiming for pursuing my masters at, haven't sent out resumes, heck, haven't even prepared one. Not even have much to be put in it anyway. But my course mates ensured me that graduating early is the best choice. Taekwondo mates, in return, haunt me with inquiries: Why? Why early? What are you gonna do? Why the rush? Peer pressure, indeed making me dwell in this cul-de-sac. Next semester, short semester, the other next semester? Pick one or forever hold your peace. Somehow, a little part of me begs for a therapist. But that thug ain't gonna live with the choice made. I will. Istikharah prayer. Ok. Noted. But what else? Yes, I've listed the pros and cons of graduating early and later. None gave me a precise answer. Ya see, this has developed into quite a monster. Making me angry throughout the semester, feeding me frustrations and whatnot just for a single deadly choice. Well, not that deadly. To be honest, I really don't know what will happen ahead; after graduation. Answering What Do You Love Doing questions is easy but making the right choices isn't. The end of the tunnel is filled with vagueness. Like I'm disallowed at making a choice despite liking so many things. My soul needs to calm down. These pestering voices overwhelm, yes, so I need to calm down. Deep down, I don't want to graduate early. Graduate early, are you kidding me? My train just got off the track and at the moment, I'm still lifting the heavy wheels back to where they belong. The engine hasn't warmed up yet but I choose to get off of it and leave it there? No way. So be it I'm late at holding that scroll in my hands. At least I have more time to fill in the empty blanks of my will-yet-be-written resume. Oh great. I've made my choice. By ranting it out here, lol. And if I choose to finish in solid 4 years, I can add Creative Writing subject I've always wanted. Hooo Yeahhh!




April 15, 2014

Hindari Berdebat dengan Orang Jahil

Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai2 Harun bin Sa’id berkata :
“Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”. (Manaqib Aimmah Arbaah hlm. 109 oleh Ibnu Abdil Hadi).
Boleh saja berdebat, baik dengan lawan ataupun kawan, namun semuanya harus dalam rangka nasehat dan mencari kebenaran, bukan kemenangan. Inilah salah satu adab mulia dalam dialog atau debat yang seharusnya kita perhatikan bersama, apalagi akhir-akhir ini semakin marak dialog dan debat di sana sini.
Imam Syafi’i berkata :
مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا قَطُّ عَلَى الْغَلَبَةِ
“Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan” [Tawali Ta’sis hlm.113 oleh Ibnu Hajar]
Namun, jika yang kita hadapi ternyata adalah orang2 jahil, maka lain perkaranya. Bahkan Imam Syafi'i rahimahullah berkata :
"Aku MAMPU BERHUJAH dengan 10 orang yang BERILMU, tetapi aku PASTI KALAH dengan SEORANG YANG JAHIL, karena orang yang jahil itu TIDAK PERNAH FAHAM LANDASAN ILMU."

ﺍِﺫَﺍ ﻧَﻄَﻖَ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴْﻪُ ﻭَﺗُﺠِﻴْﺒُﻬُﻔَﺦٌﺮْﻳَ ﻣِﻦْ ﺍِﺟَﺎﺑَﺘِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﺕُ
"Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi"
ﻓَﺎِﻥْ ﻛَﻠِﻤَﺘَﻪُ ﻓَﺮَّﺟْﺖَ ﻋَﻨْﻬُﻮَﺍِﻥْ ﺧَﻠَّﻴْﺘُﻪُ ﻛَﻤَﺪًﺍ ﻳَﻤُﻮْﺕُ
"Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati"
ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﺳَﻜَﺖَّ ﻭَﻗَﺪْ ﺧُﻮْﺻِﻤَﺖْ ﻗُﻠْﺖُ ﻟَﻬُﻤْﺎِﻥَّ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺏَ ﻟِﺒَﺎﺏِ ﺍﻟﺸَّﺮِ ﻣِﻔْﺘَﺎﺡُ
"Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
ﻭَﺍﻟﺼُّﻤْﺖُ ﻋَﻦْ ﺟَﺎﻫِﻞٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺣْﻤَﻖٍ ﺷَﺮَﻓٌﻮَﻓِﻴْﻪِ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻟِﺼَﻮْﻥِ ﺍﻟْﻌِﺮْﺽِ ﺍِﺻْﻠَﺎﺡُ
"Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan"
Lalu Imam Syafi'i berkata :
ﻭَﺍﻟﻜَﻠﺐُ ﻳُﺨْﺴَﻰ ﻟَﻌَﻤْﺮِﻯْ ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﺒَّﺎﺡُ
"Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??"
[“Diwan As-Syafi’i” karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i]
Beliau rahimahullah menambahkan :
"Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek
Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi" [Diwan Asy-Syafi’i hal. 156]
Maka : Tidak perlu kita berdebat dengan orang2 yang nantinya hanya akan menghinakan diri kita sendiri, bahkan bisa jadi juga menghinakan para ulama.
Untuk itu Imam Syafi'i berkata kepada orang jahil yang menantangnya berdebat :
"Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, toh diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi Singa meladeni anjing"
Dan Nabi Muhammad shållallåhu ‘alayhi wa sallam juga telah bersabda :
“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah].
Sudaraku.. Berdebat tidaklah terlarang secara mutlak, karena terkadang untuk meluruskan sebuah syubhat memang harus dilalui dengan berdebat. Dan debat itu terkadang terpuji, terkadang tercela, terkadang membawa mafsadat (kerusakan), dan terkadang membawa mashlahat (kebaikan), terkadang merupakan sesuatu yang haq dan terkadang merupakan sesuatu yang bathil. Namun jika debat dilakukan orang jahil, maka jelas hanya mafsadat-lah yang akan tertampil sebagai hasil.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلِيْنَ
"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil" (QS. Al-A’raf: 199)
Semoga bermanfaat. Hanya pada Allaah kita memohon petunjuk.
Wallahu Ta'ala A'lam bish showaab..

enough said :)

April 14, 2014

Telapak Buruk vs Berembun 12/4/14

Sedikit info mengenai Gunung Telapak Burok dan Gunung Berembun. 

Gunung Telapak Buruk (GTB) terletak berhampiran dengan Kampung Ulu Klawang, Negeri Sembilan Darul Khusus. Gunung yang berada di kedudukan latitud U2°50'28" dan longitud T102°04'14 ini mempunyai ketinggian setinggi 1,193 meter (3,913 kaki) dari aras laut. Gunung Berembun 690 meter dari aras laut yang terletak di daerah Jelebu, Negeri Sembilan. Namun bukan ketinggian yang menarik perhatian untuk ke gunung ini tetapi tinggalan sejarahnya. Di antara dua buah gunung ini terdapat bangkai kapal terbang British yang terhempas suatu ketika dahulu dalam melaksanakan satu misi. Sebahagian sisa bangkai kapal terbang ini telah diambil dan dimasukkan ke dalam Muzium Tentera di Port Dickson. 23 Ogos 1945, pesawat pengebom B-24 berlepas dari Cocos Island, Australia dalam satu misi ‘resupply’ pasukan ‘Force 136′ , namun seminggu kemudian mereka telah dilaporkan terhempas atas faktor yang tidak dapat dikenal pasti (dan mengorbankan semua krew). Sebahagian pesawat telah ditemui pada tahun 1996 di Negeri sembilan sebelum ‘pencarian rasmi’ pada 22 Disember 2006.




April 10, 2014

The Theme of Feminism in The Guide by R.K Narayan

im done with my assignment for my World Literature subject on this topic..
just wanna share with you guys :)
The Guide is Narayan’s most famous novel in which he portrays the character of a woman who defies almost all traditional codes for women and comes out full way to establish herself as a human being. Rosie in The Guide is successful in her mission. She obtains her freedom and moves all over India alone doing her own work. Rosie, an M.A. in economics, challenges the orthodox Hindu concept of what a woman should be. She leaves her husband who shows his apathy and indifference towards her feelings and moves out of the walls of his family on a path usually unchartered for women in an Indian society.
The author portrays her character with all his sympathy, exposing the hypocrisy of the patriarchal society and showing how miserable the condition of even a highly educated woman was in that society and at the same time showing women gradually getting conscious of their personalities and demands. Rosie gives more importance to the gratification of her personal interest than to the observation of social codes for women. She ignores the taboos and other social practices that thwart her independence and moves on in her own way with her back to the society’s reaction and criticism. When her husband appears to her wanting passion and love and time for her, she enjoys the company of Raju, walking with him all over Malgudi and its surrounding sites, sitting with him beside the river Sarayu in the evenings and even indulging him in her closed room.
Rosie first walks over India’s time honoured tradition by ignoring the established custom of matching horoscopes and caste for marriage where it is a practice held to be sacred in Hinduism. But Rosie marriages one archaeologist husband with no matching of horoscopes and no consideration of caste. Rosie said in this novel  “I had myself photographed clutching the scroll of the university citation in one hand, and sent it to the advertisement. Well we met, he examined me and my certificate, we went to a registrar and got married”.
Next is the author’s portrayal of the character of Rosie further questions the position of women and exposes the cruelty and inhumanity of the male dominated Indian society. Rosie is an educated woman but her education fails to promote her status and gives her a better position in the society. As she said in the novel “We are viewed as public women. We are not considered respectable; we are not considered as civilized”. Even Marco wants to raise her as a puppet as if she were an illiterate woman unable to understand anything. Thus the society was blind and could not see any difference between an M. A. passed Rosie and an illiterate woman. Rosie finally comes out of this society that treats women as dolls and tries to stand on her own feet.
By throwing both Marco and Raju away from her life, Rosie strongly defies the well-defined place of women in Malgudi where a woman is never allowed to go on her own way, but is made to remain a puppet. An inner strength, until unseen and undiscovered by herself, leads her to soar so far out of Marco’s and even Raju’s reach that neither Raju nor Marco can control her. Raju at last comprehends that “she would never stop dancing … whether I was inside the bars or outside, whether her husband approved of it or not. Neither Marco nor I had any place in her life, which had its own sustaining vitality and which she herself had underestimated all along.”

April 6, 2014

Exams




Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani;(1) Bukankah Kami telah melapangkan bagimu: Dadamu (wahai Muhammad serta mengisinya dengan iman dan hidayat petunjuk)? (2) Dan Kami telah meringankan daripadamu: Bebanmu (menyiarkan Islam); (3) Yang memberati tanggunganmu, (dengan memberikan berbagai kemudahan dalam melaksanakannya)? (4) Dan Kami telah meninggikan bagimu: Sebutan namamu (dengan mengurniakan pangkat Nabi dan berbagai kemuliaan)? (5) Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan, (6) (Sekali lagi ditegaskan): Bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan. (7) Kemudian apabila engkau telah selesai (daripada sesuatu amal soleh), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal soleh yang lain), (8) Dan kepada Tuhanmu sahaja hendaklah engkau memohon (apa yang engkau gemar dan ingini).


Ya Allah, permudahkan segala urusanku . Amin ya rabbal al amin